Esquire Theme by Matthew Buchanan
Social icons by Tim van Damme

23

May

sekedar cinta

ketika pemantasan diri adalah salah satu bentuk cinta, maka tolong izinkan bagi yang ingin melaksanakannya.

karena rasa cinta terlalu tak bisa terterka, terkadang bahkan tak terkira, hingga tak terrupa.

karena ini hanyalah sedikit cerita, tentangnya yang dulu belum bahkan tersirat. yang dulu bahkan tak terpikir. yang dulu bahkan entah apa. yang bahkan sampai sekarang masih tak terasa terpantaskan.

bulan-bulan yang terlewat terlalu cepat, keringat yang terkuras terlalu deras, rencana yang terbuang terlalu banyak, terkiranya karena selama ini memang tak terpantaskan.

untuk setiap detik dan setiap tetes itu, izinkan bagi yang ingin memantaskan dirinya. mungkin saya, yang akhirnya tergoda untuk cinta.

atas segala hak seluruh muslim kampus yang tak terpenuhi, izinkan saya untuk sekedar cinta :)

seharusnya kamu tau, ada rindu yang malu-malu
widiih

20

May

Alhamdulillah, Pemerintah Irlandia Izinkan Pemakaman Secara Islam | Republika Online

alhamdulillah.. eropa harus belajar toleransi sama muslim di Indonesia. mana ada pelarangan-pelarangan kaya gini buat minoritas indonesia :)

16

May

kenyamanan menelan, hanya sedikiiiiit banget dari kenikmatan Allah yang sedang diambil dari saya. cukup membuat uring-uringan di waktu liburan -___-
lalu terkapar kelaperan
everywhere

everywhere

14

May

World Best Leaders series (2) Umar bin Khattab ra.

umar :’)

13

May

Sederhana, Nak. Kau bolak balik sedikit saja hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika wajah kau tak kusut lagi. Dijamin berhasil.
Tere Liye (via lathifa)

10

May

lalu kembali disini, depan laptop tua sekedar berbagi pikiran dengan yang kebetulan membaca, setelah nonton kick andy tentang bobroknya ujian nasional Indonesia.

lalu kembali disini, terdiam dalam keadaan terpanggil dan terpanggil dalam keadaan diam.

lalu kembali disini, merekayasa pikiran tentang saya yang sekarang dan almarhum eyang tercinta setidaknya sepuluh tahun lalu, ketika beliau yang sudah tertatih masih ingin mengajar walau hanya duduk dan menggunakan pengeras suara di ruang kecil ukuran 20 siswa, di sekolah diriannya puluhan tahun sebelumnya. berbincang, bercerita, berbagi resah dan angan-angan tentang dunia pendidikan kita. sekolah kita, bangsa kita, Islam kita.

saya masih disini eyang, telat merasa dan merasakan telat. berlari tak mampu, istirahat pun tak tahu arah. saya masih disini eyang, berkutat dengan hal yang saya sebenarnya suka, tapi tak mungkin untuk dijalani. saya masih disini eyang, mungkin butuh sekedar punggung, sekedar memastikan ada punggung yang tegak dijalan yang sama. atau sekedar inspirasi untuk setidaknya serupa.

tengah malam awal rajab 1434 H, dengan banyak bimbang dan sedikit rindu :’)