Umar Hanif Ramadhani . mahasiswa engineering physics di ITB, belajar hidup di berbagai tempat dunia pendidikan, anak, dan budaya. terlahir dengan darah murni kuat sebagai guru beberapa generasi, masih mencari jalan hidup terbaiknya. interest in sport, culinary, travelling, child's education, photo, film, book.
just wanna share some of my stories. enjoy !
embun senja
so·si·al a 1 berkenaan dng masyarakat: perlu adanya komunikasi — dl usaha menunjang pembangunan ini; 2 cak suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong, menderma, dsb): ia sangat terkenal dan — pula;
pun pula kau, juga ku, adalah manusia, adalah individualis, dan adalah sosialis. maka ketika jumpanya kau dalam kelompok itu, dalam tekanan itu, muncullah itu. bukan tentang kemampuan, ini kemauan. bukan ke-akan-an tapi keinginan. yah,karena segala tentang manusia dan tuhan lah yang utama.
*biip biip biip #eh
apa ya, pekerjaan yang lebih keren daripada engineer ? :O
Disinilah bagian TERPENTING dari tulisan saya.
Uang uang yang masuk ke FPI, sebagian diberikan kepada rakyat Indonesia yg membutuhkan uang.
Saya akan ceritakan, bagaimana dan mngapa FPI bisa subur.
Kalau anda nonton film Fast 5 (Vin Diesel, Dwayne “The Rock” Johnson, dll) ada tokoh antagonis. Seorang pengusaha jahat yg menguasai Brazil.
Di salah satu adegan, tokoh jahat ini berkata “Saya tidak suka dengan cara anda berbisnis. Anda bisnis dengan kekerasan. Kalau rakyat anda serang dengan kekerasan kelak mereka akan melawan balik. Karena mereka terdesak. Saya, memilih untuk memberikan mereka uang. Saya beri mereka “kemewahan” yang tidak bisa mereka dapatkan sebelumnya. Dan bisa mereka dapatkan kini lewat saya. Uang, pendidikan, kesehatan. Saya beri kepada mereka. Kini, saya MEMILIKI mereka. Mereka ingin terus merasakan hal hal yang saya berikan. Maka mereka jadi setia kepada saya”
Inilah prinsip yg FPI lakukan
Di Indonesia, masih sangat banyak rakyat rakyat yang membutuhkan bantuan
Pemerintah lalai dalam membantu mereka, masyarakat kelas menengah dgn starbucks di tangan kanan dan iphone di tangan kiri tidak peduli kepada masyarakat sekitar
Akhirnya, kekosongan ini diisi oleh FPI
Rakyat ada yg butuh uang Rp50.000? FPI berikan kpd rakyat
Ada yg susah masuk sekolah karena tidak punya dana? FPI buatkan surat sakti agar dimudahkan
Tidak punya biaya berobat? FPI buatkan surat agar diringankan biayanya.
Semua ini, dibenarkan Mamot dan diakui oleh Pak Thamrin.
Mamot bilang, banyak orang tua senang menitipan anak anaknya ke FPI. Daripada anak anak tersebut nongkrong ga jelas di gang gang dan menggunakan obat obatan terlarang..
Ketika pengajian, para Habib sangat sangat simpatik. Bahkan Mamot bilang, Habib Rizieq sangat hebat dalam berorasi. Mengingatkan Mamot akan kehebatan Sukarno.
Apalagi menurut Pak Thamrin, gaya hidup para Kyai dan Habib yang membuka pintunya utk siapapun memberikan akses kpd masyarakat yang butuh bantuan.
Sementara para kelas menengah (termasuk saya) seringkali curiga ketika ada orang tidak dikenal ketok ketok pagar rumah kita..
Pak Thamrin juga bilang, ini salah ormas ormas seperti Muhammadiyah dan NU yang lebih dekat ke elit politis daripada ke rakyat
Bahkan satu waktu, Habib ditelfon dan diberi kabar bahwa pintu air (entah yg mana) akan dibuka dan banjir akan datang. Habib langsung keluar dan perintahkan masyarakat sekitarnya utk bersiap dan mengungsi. Ketika banjir datang, Habib langsung dipandang sebagai orang “sakti” yg dapat wejangan dari Yang Maha Kuasa.
Kekosongan yang terjadi, dimanfaatkan oleh FPI dgn sangat baik
Di satu sisi apa yang mereka lakukan adalah baik.
Di sisi lain, mereka memanfaatkan rakyat yg mereka beli untuk jadi basis massa yang kelak mereka manfaatkan untuk kepentingan kepentingan pribadi
Ketidak pedulian kelas menengah kepada sekitarnya, telah berbalik dalam wujud yang lebih membuat resah.
Membubarkan FPI, bukanlah solusi.
Solusi yang benar, adalah dengan mulai peduli kepada sesama rakyat Indonesia yg membutuhkan
Isi kekosongan yg dimanfaatkan FPI
Jangan lemahkan mereka dgn sekedar memberi uang seperti yg FPI lakukan
Perkuat mereka. Empower.
Beri pendidikan karena itulah sayap yang akan membawa mereka terbang
Susah? Ya memang!
Justru yang benar itu seringkali susah
Cara yg gampang biasanya solusi gampangan
Walaupun susah, tapi pasti bisa
Secara makro, ekonomi kita luar biasa.
Fakta bahwa kelas menengah kita melebar adalah benar. Tapi berapa banyak di antara kita yg membagi segala kelebihan kelebihan yg kita punya?
Kapan kita pernah berbagi uang? Waktu? ILMU?
Teruslah membohongi diri sendiri anda sibuk, anda tidak punya waktu, anda sendiri masih susah.
Kalau anda mau dan anda niat. PASTI ada jalan.
Dibawah anda, ada masyarakat pra-sejahtera terus merana dan sengsara dan itu salah bangsa Indonesia. Rakyatnya DAN pemerintahnya
Anda memilih utk tidak peduli? Silakan, tapi anda tidak pantas lagi ngomel ngomel tentang FPI
Tahun 1993, MU menjuarai Liga Inggris untuk kali pertama setelah menunggu 26 tahun. Itu didapat setelah mereka menggelontorkan 15 juta poundsterling dalam empat tahun sebelumnya. Jumlah 15 juta pounsterling saat ini mungkin ‘tak seberapa’. Tapi 20 tahun lalu itu merupakan angka yang sangat besar. Seperti dikutip dari The Times, pada tahun 1989 media-media Inggris menyebutnya dengan “upaya terang-terangan untuk membeli gelar yang sudah lama tak dimenangkan”. Fergie bahkan disebut sebagai ‘“orang dengan buku cek terbesar yang pernah ada sepanjang sejarah di Old Trafford”. Di tahun 1989 Fergie memboyong lima pemain timnas Inggris yakni Neil Webb, Mike Phelan, Paul Ince, Danny Wallace dan Gary Pallister. Untuk Pallister, transfernya yang 2,3 juta poundsterling menjadi rekor pemain Inggris termahal ketika itu. Pembelian lain Fergie yang dianggap mahal ketika itu adalah Denis Irwin dan Peter Schmeichel dengan banderol 625,000 poundsterling dan Eric Cantona dengan 1,2 juta poundsterling
Asked by Anonymous
eh, siapa ini? dan pula kenapa tiba2 jadi ngomongin perempuan? :D
| safariguideafrica.com |